Puisi
Perjuangan -
Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini adalah keringat dan darah yang
ditumpahkan pahlawan-pahlawan berhati emas di masa lampau. Mereka berjuang
melawan penjajah dengan hanya bermodalkan bambu runcing, mengorbankan jiwa dan
raga untuk mengusir penjajah. Sebegitu besar jasa pahlawan untuk kehidupan yang
kita kecap saat ini, hingga layaklah jika kita memberikan penghargaan
setinggi-tingginya kepada beliau-beliau. Salah satu cara yang bisa kita tempuh
untuk menghargai jasa para pahlawan adalah dengan puisi. Biasanya Puisi
Perjuangan dibacakan di perayaan spesial, seperti hari kemerdekaan, hari
pahlawan, hari kesaktian pancasila dan hari bersejarah lainnya.
Puisi Perjuangan yang beredar selama ini mayoritas berasal dari penulis kenamaan, seperti Soetardji Chalzoum Bachri, Hamka dal lain-lain. Tetapi saat ini sudah banyak penulis-penulis muda yang sudah tak enggan lagi mempublikasikan karyanya di depan khalayak. Berikut ini sudah kami kumpulkan beberapa puisi perjuangan yang ditulis oleh generasi-generasi muda sebagai bentuk penghargaan kepada besarnya jasa-jasa para pahlawan:
SATU
MIMPI SATU BARISAN
Oleh
Wijil Tukul
Di lembang ada kawan sofyan
jualan
bakso kini karena dipecat perusahaan
karena
mogok karena ingin perbaikan
karena
upah ya karena upahDi ciroyom ada kawan sodiyah
si
lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh
pabrik teh
terbaring
pucet dihantam tipes
ya
dihantam tipes
juga
ada neni
kawan
bariah
bekas
buruh pabrik kaos kaki
kini
jadi buruh di perusahaan lagi
dia
dipecat ya dia dipecat
kesalahannya
: karena menolak
diperlakukan
sewenang-wenang
Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin
kami datang dia bilang
umpama
dironsen pasti nampak
isi
dadaku ini pasti rusak
karena
amoniak ya amoniak
Di cigugur ada kawan siti
punya
cerita harus lembur sampai pagi
pulang
lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk
24 jam
ya
24 jam
Di majalaya ada kawan eman
buruh
pabrik handuk dulu
kini
luntang-lantung cari kerjaan
bini
hamin tiga bulan
kesalahan
: karena tak sudi
terus
diperah seperti sapi
Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak
bisa dibungkam kodim
tak
bisa dibungkam popor senapan
di
mana-mana ada neni ada udin ada siti
di
mana-mana ada eman
di
bandung - solo - jakarta - tangerang
Tak bisa dibungkam kodim
tak
bisa dibungkam popor senapan
satu
mimpi
satu
barisan
DIBALIK
SERUAN PAHLAWAN
Oleh
Zshara Aurora
Kabut,
Dalam
kenangan pergolakan bumi pertiwi
Mendung,
Pertandakah
hujan deras
Membanjiri
asa yang haus kemerdekaan
Dia
dan semua yang ada menunggu keputusan sakral
Serbu.... Merdeka atau mati.. Allahu Akbar
Titahmu
terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam
serbuan bambu runcing menyatu
Kau
teruskan bunyi-bunyi ayat suci
Kau
teriakan semangat juang demi negeri
Kau
relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk
ibu pertiwi..
Kini kau lihat,
Merah
hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan
darah para penjajah keji
Gemelutmu
tak kunjung sia
Lindungan-Nya
selalu dihatimu
Untuk
kemerdekaan Indonesia abadi..
PEMUDA
UNTUK PERUBAHAN
Puisi
Ananda Rezky Wibowo
Indonesia Menangis
bahkan
tercabik
dengan
hebatnya penguasanya korupsi
tak
peduli rakyatnya mengemis
Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan
hanyalah khayal
kemerdekaan
telah terjajah
yang
tersisah hanya kebodohan
Indonesiaku, Indonesia kalian
jangan
hanya tinggal diam kawan
mari
bersatu ambil peranan
sebagai
pemuda untuk perubahan...
PERJUANGAN
TAK PASTI
Puisi
Rhindy Marfiyanti
Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak
terasa angin merambah rasa
Hanya
terasa peluh merambah jiwa
Ku coba melangkah ke sana
Tak
jua ku temukan suatu hal
Ku
langkahkan kembali kakiku
Tapi
ku masih tak temukan sesuatu itu
Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku
memohon dan berserah
Apa
aku di beri sebuah peluang
Tuk
bisa hidup nyaman
Oh tuhan…….
Perjuangan
ini sungguh meresahkan
Perjuangan
ini sungguh membingungkan
Perjuangan
ini tak menemukan jalan
Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa
tak kuat untuk bangun
Hati
tak sanggup untuk merasa
Otak
tak bisa untuk berfikir
Hidupku……….
Kenapa
kau ditakdirkan seperti ini
Hanya
berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup
ini terasa sangat membingung

0 komentar:
Posting Komentar